Giliran Wagub Serang Sittiara

MAKASSAR, BKM — Silang sengkarut pencalonan Asisten III Pemkot Makassar Sittiara sebagai sekretaris kota, tiga pekan terakhir terus meruncing. Musababnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan kukuh menolak nama Sittiara untuk kembali diajukan ke Kementerian Dalam Negeri, karena dipandang bermasalah.

Sittiara dipandang cacat administrasi karena teridentifikasi pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Kabupaten Takalar. Sementara, pemerintah kota memandang, persyaratan calon sekkot tidak pernah secara legitimatif mensyaratkan dieliminasinya seseorang yang pernah ikut dalam pencalonan legislatif.

Apalagi akhir pekan ini, Kemendagri kembali membuka kans kepada Sittiara untuk diajukan namanya, dalam tiga kandidat sekkot berikutnya.

Sabtu (23/6) giliran Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang menyoroti pencalonan Sittiara. Menurut Agus yang bersangkutan pantas ditolak sebagai kandidat sekkot dengan alasan pernah menjadi calon legislatif Partai Golkar di Takalar. “Sittiara wajar ditolak. Pasalnya, pernah mendaftar sebagai calon legislatif (caleg). Waktu saya menjabat Sekretaris Partai Golkar Sulsel, dia (Sittiara) pernah mendaftar sebagai Caleg di Takalar,” terang Agus.

Menurut dia, secara administratif pencalonan Sittiara tidak bisa diproses lagi karena tidak memenuhi syarat calon sekkot. Akhir pekan lalu, kubu pemprov melalui Kepala BKD Andi Murny Amien Situru juga melontarkan hal yang sama.

Menurut dia, dari tiga calon sekkot yang diajukan pemkot, dua diantaranya ditolak karena faktor usia yang dipandang sudah uzur. Sementara satu lainnya, Sittiara terganjal karena terdeteksi pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Takalar.

“Jadi otomatis namanya tidak bisa diajukan untuk pengusulan berikutnya,” tegas Andi Murny.

Namun pernyataan berbeda dilontarkan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini. Diah saat berada di Hotel Clarion didampingi Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Sulsel Andi Murny A Situru menegaskan, Sittiara masih bisa di usulkan kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Sebenarnya tidak ada penolakan, hanya saja dua nama ini kita kembalikan karena umurnya tidak produktif lagi. Soal Sittiara, masih bisa diajukan,” ujar Diah.

Diah menambahkan, berdasarkan surat dari Kemendagri, Sittiara bisa diusulkan kembali bersama dua calon sekkot yang baru. Namun pengusulan Sittiara harus disertai dengan surat keterangan dari Gubernur Sulsel yang berisi penjelasan mengenai alasan diusulkan, termasuk penolakan dua nama yang dianggap telah berumur tersebut.

“Pengusulan itu tergantung dari kebutuhan user, dalam hal ini Pemkot Makassar,” lanjut Diah.

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.