Bulog NTT Serap Beras Petani 730 Ton

(Berita Daerah-Balnustra), Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Timur baru menyerap beras petani di daerah itu sebanyak 730 ton dari target penyerapan sebanyak 15 ribu ton pada 2012.

“Hingga saat ini, pembelian beras lokal baru terealiasi 730 ton dari para petani sawah Kabupaten Rote Ndao 500 ton, dan Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur 230 ton,” kata Kepala Devisi Regional Badan Urusan Logistik Bulog NTT, Suherman, di Kupang, Sabtu.

Terkait sinyalemen bahwa perusahaan umum milik pemerintah ini jarang membeli beras produksi petani lokal dengan alasan tidak sesuai dengan derajat sosoh dan standar kualitas yang ditetapkan Bulog, ia membatah anggapan itu, karena tidak demikian adanya, sebab belum ada penelitian yang membenarkan anggapan itu, kalaupun ada.

Menurut dia, kenyataan yang ada di daerah ini, adalah tanaman padi sawah sering rusak akibat bencana alam banjir dan serangan hama belalang sehingga tidak memenuhi kouta untuk dibeli dan memang petani juga enggan untuk menjual ke Bulog, karena untuk kebutuhan konsumsi sendiri.

“Saya pikir benar kalau petani lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga dari hasil produksi, ketimbang menjual ke pasar ditengah ketidakcukupan stok untuk konsumsi sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, ke depan untuk memenuhi target pembelian beras petani lokal di NTT, pihak Bulog akan berkoordinasi dengan instansi atau sektor lain untuk memenuhi target pembelian pada 2012.

“Untuk memenuhi target itu, diharapkan dari petani Lembor di Kabupaten Manggarai Barat, Ngada, Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Timur,” katanya.

Di Kabupaten Manggarai Barat katanya, Bulog sudah melakukan pembelian juga dan sudah disiapkan sekitar 230 ton dan akan segera disalurkan ke beberapa daerah yang membutuhkan.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan pangan beras di wilayah NTT, pihak bulog mendatangkan beras dari luar wilayah ini, seperti Surabaya, Makassar, Nusa Tenggara Barat, bahkan luar negeri seperti Vietnam, Taiwan dan negara pengimpor beras lainnya.

Dia menyebut, stok beras pada gudang Bulog se- NTT hingga pertengahan Mei 2012 sebanyak 28.000 ton dan mencukupi kebutuhan beras warga untuk tiga bulan ke depan.

“Kecukupan stok tersebut, tidak membuat pihak Bulog Kupang lengah, tetapi tetap menyediakan beras sebagai cadangan baik didatangkan dari luar NTT seperti dari Jawa Timur, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat, maupun dari petani di NTT,” katanya.

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.