Ajudan Gubernur Riau Dicekal Imigrasi Pekanbaru

BERITA RIAU(PEKANBARU), situsriau.com- Kasus suap PON Riau terus dikembangkan. Selain dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan menetapkan 6 tersangka, saat ini Kantor Imigrasi Pekanbaru juga memberlakukan pencekalan terhadap Said Faisal Muklis alias Hendra, Ajudan Gubernur Riau.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Klas I Pekanbaru, Amran Aris S.Sos kepada sejumlah wartawan, Senin (25/6). Dikatakannya, atas permintaan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang menangani kasus suap venue menembak PON Riau XVIII.

” Sejak kita terima permohonan pencekalan dari KPK tanggal 22 Juni kemarin, pihak imigrasi melakukan pencekalan terhadap Said Faisal Muklis alias Hendra, pemegang Paspor dengan nomor A 1770889,” terangnya.

Atas permintaan pihak KPK itu, Hendra dicekal dan minta paspor dikembalikan. Selain itu pihak kita telah menyurati yang bersangkutan dan juga telah mendatangi rumah orang tua Hendra, terkait pencekalan itu. Karena paspor tersebut bukanlah hak milik, melainkan milik negara,” kata Amran Aris.

Jika paspor itu hilang, yang bersangkutan atau pemegang paspor itu harus kita BAP.

Dengan dibelakukannya pencekalan ini, kita beri waktu cekal selama minimal 6 bulan dan dapat diperpanjang 6 bulan lagi,” terangnya.

Dikeluarkannya surat resmi pencekalan terhadap Said Faisal Muklis, maka yang bersangkutan tidak bisa lagi meninggalkan Indonesia karena pencekalan ini sendiri sudah terakses ke seluruh Imigrasi di Indonesia. Said Faisal sendiri juga tidak diizinkan untuk mengurus paspor kembali,” tegas Amran.

Sementara itu, kepada situsriau.com di ruang media centre Humas Provinsi Riau, Faisal mengaku belum mengetahui status pencekalan tersebut. Menurut pengakuannya, dia mengetahui kabar tersebut dari informasi saudaranya setelah membaca berita di media online. “Saya ngak tau, belum ada dapat kabar. Ini diberitahu tahu ada berita saya di online, makanya saya lihat kesini,” ucapnya.

Terkait kasus yang menimpa dirinya, Faisal sepenuhnya menyerahkan ke masyarakat yang menilai dirinya. Menurutnya dia bekerja sesuai job yang diterimanya. “Orang pastilah tau apa yang sebenarnya. Biarlah orang yang menilai bagaimana. Kalau korupsi, apalah yang mau saya korupsikan,” ucapnya dengan nada pasrah. (ola,ime)

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.