Seorang Bandar Narkoba Tewas di Tembak

Penangkapan Diwarnai Baku Tembak: BNN terpaksa menembak mati satu dari sembilan pelaku yang ditangkap saat penangkapan di sejumlah tempat di Kota Medan.

Medan- Mediasukma– Seorang bandar narkoba, Riz (48), akhir­nya tewas setelah terlibat baku tembak dengan personel Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan Medan-Binjai, Km 10,5, Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Rabu (1/3). Peluru personel BNN menembus tubuh Riz yang melawan saat akan ditangkap.

Seorang tersangka lainnya, MD, juga di­ringkus petugas BNN dari lokasi keja­dian.

Deputi Penin­dakan dan Pemberantasan Nar­kotika BNN, Irjen Pol Arman De­pari, dalam keterangan persnya mengatakan, sindikat ja­ri­ngan narkoba ini sudah lama diintai dan menjadi target BNN.

“Operasi ini sudah kami lak­sanakan sekitar tiga mi­nggu, dimulai dari beberapa mi­nggu lalu dengan infor­masi awal yang me­nye­butkan ada penyelundupan narkoba masuk ke Indonesia melalui laut,” ujarnya.

Kemudian, petugas gabungan dari TNI, Pol­ri, dan Bea Cukai, me­lakukan penyelidi­kan. Dari perbatasan Aceh, petu­gas mem­buntuti dua mo­bil yang melintas menuju Me­dan.

Selanjutnya, sesampai di Jalan Medan-Binjai Km 10,5, pe­tugas berusa­ha meme­riksa dan menghenti­kan kendaraan itu. Namun, pengemudi malah makin cepat me­lajukan kendaraannya menghindari serga­pan petugas.

“Meski diberi temba­kan peringatan, ter­sangka terus memacu ken­dara­annya se­hing­ga akhirnya petugas melepaskan tembakan yang diarahkan ke kendaraan hingga berhenti di tengah jalan. Lalu petu­gas me­lakukan pe­meriksaan dan di da­lam ken­daraan ditemukan dua ora­ng, seorang ter­kena tembakan dan seorang lainnya tidak,” jelas Arman. Ter­sangka yang tewas ter­tembak adalah Riz, yang selamat adalah MD.

Hasil pengembangan

Kemudian, berdasarkan hasil pemerik­saan terhadap MD, ter­ung­kap bahwa nar­koba yang mereka bawa itu dihargai Rp1 juta/gram dan akan dibawa ke Jalan TB Simatupang, Medan.

Berdasarkan hasil pengembangan itu, juga terungkap keterlibatan seorang oknum anggota TNI, Serta H, personel Denpom 1/5. Petugas BNN yang kemudian meng­gerebek rumah oknum tentara ini di Jalan TB Simatupang, menemukan sabu-sabu seberat 35 kg.

Selain itu, turut diamankan enam warga sipil, yakni Jun (45), An (35), Hen (26), Jak (25), Rah (24), dan Ri (20). Keenamnya penduduk Aceh Utara.

Selanjutnya, petugas BNN menggerebek sebuah rumah mewah di Kompleks Melinjo Johor. Di sini, BNN dikabarkan meringkus satu orang.

Arman Depari meyebutkan, total barang bukti yang disita dalam ka­sus ini adalah sebanyak 59 bung­kus sabu-sabu dengan berat total 46,8 ribu gram atau 46,8 kg, kemudian 445 butir pil happy five, tim­bangan, alat komuni­kasi dan 3.620 butir ekstasi.

Petugas BNN juga me­nemukan senjata api dari rumah salah tersangka H. “Ada tiga jenis narkoba yang ditemukan di rumah ang­gota TNI belum dapat dijelas­kan karena sampai sekarang belum di­te­mukan. Untuk yang di Johor ditemukan 7 kg sabu-sabu, sedang­kan di lokasi awal ada 38 bung­kus sabu-sabu yang mirip kemasan teh ber­aksara Mandarin,” katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika dengan anca­man hukuman mati. “Mereka ini pengendali, ku­rir, sekaligus pemilik narkoba,” kata Arman.

Baku tembak antara penegak hukum dengan tersangka sindikat internasional narkotika di Payageli tersebut membuat masyarakat sekitar lokasi kejadian gempar.

“Lebih sepuluh kali terdeng­ar suara tembakan. Ada dua mobil yang ditangkap BNN. Katanya mereka membawa sabu-sa­bu dari Aceh,” ujar sejumlah pe­dagang di lokasi kejadian.

Menurut mereka, se­telah diamankan, petugas BNN membawa kedua mobil yang diberondong peluru itu ke halaman kantor Badan Penanggulangan Ben­cana Dae­rah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Me­dan Binjai Km 10,3. /ai

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.