Kantor Uni Eropa di Banda Aceh akan Ditutup

Banda Aceh (MediaSukma) Kantor Uni Eropa di Banda Aceh direncanakan ditutup pada 21 Desember 2012 menyusul berakhirnya tugas lembaga itu di Provinsi Aceh. “Hal itu disampaikan dalam pertemuan kepala seksi delegasi politik dan ekonomi kantor Uni Eropa Banda Aceh Julio Aras dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah,” kata Kabag Humas Sekda Provinsi Aceh Usamah El-Madny di Banda Aceh, Kamis [06/12].

Dalam pertemuan itu Julio Aras didampingi Kepala Kantor Uni Eropa Banda Aceh Giovanni Serritella. Sementara Gubernur Aceh didampingi Kepala Kesbangpol dan Linmas Aceh Bustami Usman, Tenaga ahli khusus Gubernur Iskandar Gani dan Fachrurrazi. Sementara Julio Aras mengaku sangat gembira terhadap sejumlah kemajuan di berbagai bidang yang diperoleh Aceh saat ini.

Keberhasilan resolusi konflik di Aceh, menurut dia sepenuhnya  kesuksesan seluruh elemen rakyat Aceh. Sedangkan Uni Eropa dan berbagai pihak yang berpartisipasi di Aceh hanya ikut mendorong dan memfasilitasinya.

Dalam kaitan itu, Julio mengaku komunitas Uni Eropa sangat berharap agar damai yang telah diraih di Aceh dapat terus dirawat dan dipertahankan, sehingga kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.

Menurutnya salah satu tantangan berat yang dihadapi Aceh ke depan adalah merawat kesuksesan.  ”Masa-masa sulit telah dilewati, dan ke depan kesuksesan yang telah diraih ini harus dijaga sekuat tenaga,” kata Julio Aras yang berkewarganegaraan Brazil itu.

Meski kantor Uni Eropa ditutup di Aceh, menurutnya Uni Eropa akan terus memberikan perhatian maksimal kepada Aceh dan ke depan  banyak program UE yang akan dijalankan di Aceh.

“Akan banyak hal yang dapat bekerjasama dengan di Aceh ke depan, terutama sektor pendidikan dan pariwisata. Uni Eropa akan tetap memberikan perhatian lebih untuk Aceh,” katanya menambahkan. (anc)

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.