BNN Punya Unit K9

Jakarta- Mediasukma– Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, mengemukakan keberadaan Unit K9 yang secara awam dikenal dengan anjing pelacak-nya akan mengefektifkan pelacakan narkoba yang akan dibawa penyelundup.“Dalam percobaan yang dilakukan, narkoba yang disembunyikanpun bisa ditemukan oleh anjing secara tepat. Dan kami akan merealisasikan unit ini supaya bisa efektif dan efisien untuk mengungkap narkoba,” katanya, saat mengunjungi tempat pelatihan anjing pelacak, di Surabaya, Sabtu.

BNN akan membentuk sendiri unit K9, yang akan digelar di mana-mana tempat yang dianggap rawan penyelundupan narkoba.

“Salah satu kekuatan dari unit K9 diharapkan mampu mengungkap peredaran narkoba mengingat wilayah Indonesia ini semuanya sudah ada narkoba,” katanya.

Ia mengakui alat bantu deteksi yang digunakan masih memiliki kelemahan dan anjing yang dilatih ini diharapkan mampu mengendus keberadaan narkoba.

Anjing merupakan salah satu hewan pertama yang didomestikasi manusia, selain kuda. Kemampuan penginderaan anjing pada aspek indera pembauan (awam mengenal sebagai penciuman), pendengaran, dan getaran sudah lama dikenal sangat prima.
Anjing pelacak yang sangat handal diketahui bisa membaui aroma yang telah diencerkan ratusan kali dari konsentrasi awal, hingga setelah berhari-hari kemudian.
Anjing juga memiliki intelijensia tinggi sehingga mampu memahami perintah lisan dan isyarat dari pelatih dan pengawaknya.
Beberapa jenis anjing yang terbukti cocok untuk dijadikan anjing pelacak khusus atau umum di antaranya anjing gembala Jerman (alsatian alias herder), Belgian Malinois, Basset Hound, Labrador atau Labrador Retriever.
Sedangkan anjing Dobermann dan Rottweiler lebih umum dididik untuk menjadi anjing penghalau huru-hara dan pengendali massa. Korps Marinir Amerika Serikat sempat mengerahkan anjing terlatih sebagai unit tersendiri pada Perang Vietnam

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.