Proyek Jembatan Alur Kering Berbiaya Rp7.4 Terbengkalai

Banda Aceh- Mediasukma– Proyek jembatan Alur Kering berbiaya Rp7.484.178.000 untuk lintasan Tapaktuan-Medan, persis di kawasan perbatasan Kecamatan Tapaktuan-Pasieraja masih terbengkalai.Terbengkalainya proyek jembatan sepanjang 12 meter itu karena ditinggalkan kontraktor pelaksana PT Bualam Bangun Cipta, Aceh Besar, sesuai surat penunjukan No.KU.03.01/Br.A/PPK-12/220/2015, tertanggal 23 April 2015.

Pihak kontraktor dilaporkan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan karena mengalami kerugian, setelah harga tawaran tender terlalu rendah. Dari pagu anggaran APBN 2015 senilai Rp9,3 miliar lebih, pihak rekanan berhasil memenangkan tender dengan nilai pengerjaan Rp7,4 miliar lebih.

Hasil pengamatan, kondisi fisik jembatan baru rampung pengecoran lantai di bagian tengah.Sedangkan bagian kepala jembatan masih centang perenang, meski besinya telah dipasang. Volume pekerjaan diperkirakan sekira 60 persen, namun dananya dilaporkan telah ditarik seratus persen.

Pembangunan jembatan diduga dikerjakan asal jadi dengan dalih kekurangan biaya, setelah pihak rekanan kewalahan melakukan pengeboran, saat dimulainya pekerjaan. Karenanya tidak heran, pihak rekanan hanya mampu menyelesaikan pekerjaan dua box calvert yang tergabung dalam satu paket di Gampong Lhok Ketapang dan Lhok Bengkuang.

“Itupun dikerjakan asal jadi,” ucap Abdul Hadi, 45 tahun, tokoh masyarakat Tapaktuan, Kamis (25/2) kemarin.

Dengan terbengkalainya proyek tersebut, kata Abdul Hadi, berdampak terhadap turunnya proyek lain di Aceh Selatan. “Buktinya tahun ini, Aceh Selatan hanya turun dana perawatan jalan Tapaktuan-batas Subulussalam, hanya Rp12 miliar saja,” katanya meminta pihak Satker PJN Wilayah II Provinsi Aceh benar-benar selektif terhadap rekanan pemenang tender.

Namun Muhdi Misbah selaku koordinator lapangan PPK-12 Tapaktuan-Subulussalam, membantah terbengkalainya proyek jembatan itu. Menurut dia, pekerjaannya dilakukan dua tahap dan akan berlanjut pada 2016. Dikatakan, pekerjaan tahap pertama telah selesai dan akan dilanjutkan tahap kedua tahun ini.

“Pekerjaan tahap kedua masih dalam proses administrasi kelanjutannya,” sebut Muhdi tanpa bersedia menyebutkan rekanan pemenang tender serta jumlah anggarannya.

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.