41 WNI Ditahan Ter­bukti Terlibat Pere­daran Narkoba

Beijing- Mediasukma– 41 warga ne­gara Indonesia  (WNI) di Hong Kong (HK) dan Makau ditahan apa­­rat setempat karena ter­bukti terlibat dalam pere­daran narkoba.

“Dari jumlah tersebut, 30 orang sedang menjalani masa hukuman dan 11 orang­ la­innya masih tahap persi­dang­an,” kata Konsul Kejak­saan Konsulat Jenderal RI di Hong Kong Sri Kuncoro di Beijing, Jumat.

Ia mengatakan sebagian besar adalah wanita dan be­kerja sebagai buruh migran serta dimanfaatkan sebagai kurir narkoba, bukan pe­makai.

“Mereka sudah menjadi bagian jaringan internasio­nal. Bahkan saat interograsi mereka, ada yang meng­ung­kap sedang menunggu kiri­man dari ‘teman dekat’-nya di Kolombia. Ini ‘kan luar biasa,” ungkap Sri Kuncoro.

Terkait itu, Konsulat Jenderal RI HK terus berkoordinasi serta konsolidasi dengan otoritas setempat, juga BNN, Dirjen Imigrasi, dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum di Jakarta, terkait perkara narkoba baik di HK maupun di Indonesia yang me­libatkan warga HK atau Tiongkok.

“Kami berkonsoli­dasi untuk langkah-langkah pencegahan dan tindakan hukum (represif),” kata Sri Kuncoro.

Tiongkok, Taiwan, Hong Kong dan Afrika Barat menjadi beberapa negara yang menjadi bagian dari jaringan internasional nar­koba yang telah diidentifi­kasi BNN.

Sementara itu Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (China National Narcotics Control Commission/CNNCC) me­nyatakan berhasil mem­bong­kar 1.491 kasus perda­gangan narkoba yang meli­batkan warga negara asing, selama 2015.

“Mereka berasal antara la­in dari Myanmar, Vietnam, Nigeria, dan Pakistan, serta beberapa negara Asia Tenggara,” kata Wakil Ko­mi­sioner CNNCC Liu Yue­jin.

Ia mengatakan dari jum­lah tersebut 122 di antaranya merupakan kasus narkoba di wilayah perbatasan de­ngan 1.287 orang yang ditahan berikut barang bukti berbagai jenis sebanyak 9,4 ton.

Liu Yuejin mengatakan perdagangan narkoba de­ngan melibatkan warga asing tidak sekadar mema­sukkan barang haram terse­but Tiongkok, tetapi juga penyelundupan narkoba dari Tiongkok ke negara lain.

“Ini sungguh mengkha­wa­tirkan, tentunya, karena ada ‘supply’ dan ‘demand’  yang sangat tinggi pula,” ujarnya.

CNNCC juga mencatat telah membongkar 5.834 kelompok perdagangan narkoba selama 2015, atau meningkat 18,1 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan jumlah kasus yang berhasil diung­kap sebanyak 1.139 kasus dan 16.000 tersangka ber­hasil ditahan.

Tiongkok komitmen un­tuk bekerjasama dengan ma­syarakat internasional dalam memerangi kejahatan nar­koba. “Bagaimana pun nar­koba telah menjadi kejahatan global yang harus dihadapi bersama-sama,” kata Liu Yuejin.

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.