Soleh Bajuri Pimpin NU Lampung

Lampung (MediaSukma) Dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Lampung yang ke IX, Jum’at-Ahad dini hari,7-9 Desember 2012 di Pondok pesantren Darussa’adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah, telah terpilih pengurus baru NU Provinsi Lampung, baik Syuriyah maupun Tanfidziyah masa khidmat 2012 – 2017.

Muhidin Penata Gemilang, Sekretaris Panitia mengatakan, Konferwil NU Lampung IX tahun 2012 / 1434 H ini mengusung tema ”Pemberdayaan Jam’iyyah, Penguatan Hak-hak Jama’ah menuju Masyarakat Demokratis dan berakhlaq Karimah”.

Konferwil yg di adakan di pondok pesantren yang dipimpin oleh KH Muhsin Abdillah ini dikuti oleh seluruh 14 Pengurus Cabang (PCNU) kabupaten/kota se-provinsi Lampung.

Hajatan para Nahdliyin lampung ini dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. DR. KH. Said Aqil Siroj pada hari Jumat (7/12) lalu.

Pada arena Konferwil, ajang pemilihan dimulai dengan sesi pemilihan Rois Syuriyah, dengan bakal calon yakni  KH Ngaliman Marzuqi (Ketua Tanfidziyah NU), KH Syamsuddin Thohir (Rois Syuriyah) dan KH Muhsin Abdillah (Shohibul Bait/ Pengasuh Pesantren Darussa’adah). Pada proses pemilihan Rois Syuriah terdapat 1 suara abstain, KH Ngaliman Marzuqi mengantongi 10 suara, KH Muhsin Abdillah mendapat 3 suara, dan KH Syamsudin Thohir 1 suara.

Sedangkan pada tahap bakal calon ketua Tanfidziyah muncul beberapa nama, antara lain KH R. Sholeh Badjuri (Pengasuh Pesantren Raudlotus Sholihin Palas – Lampung Selatan / Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Lampung), mendapat 8 suara, H. Sugito (Ketua

Tanfidziyah PC NU Tulang Bawang Barat) mendapat 6 suara dan Muhamad Ichwan (Dosen IAIN Raden Intan Lampung) mendapat 1 suara,. Karena kurang dari 3 suara, akhirnya H Muhamad Ichwan tidak lolos pada tahapan selanjutnya. Pada proses pemilihan Ketua Tanfidziyah, Akhirnya H Sugito meraup dukungan 5 suara, dan KH. Sholeh Badjuri berhasil unggul dengan mengantongi 10 suara.             –

Terpilihnya kepengurusan baru NU Lampung ini mendapat respon positif dari kalangan Nahdliyyin Lampung. “KH. Soleh Bajuri sudah cukup baik dan berpengalaman di bidang ke NU an, yang penting adalah bagaimana beliau nanti dapat membawa NU di Lampung tetap independen dan lebih menjembatani umat Islam di dalam berbagai bidang aplikasi kehidupan beragama, ujar Pengurus PP GP Ansor NU asal Lampung, Mohammad Irfandi Romas.

“Jangan sampai nanti nya NU di Lampung di tunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu, apalagi bila nanti NU dimanfaatkan demi kepentingan politik semata,” katanya. Hal ini juga menyangkut masa Pilgub dan Pilpres yang sudah dekat. Jadi NU

Lampung harus lebih berperan dalam membina warga NU pada khususnya, dan juga umat Islam serta masyarakat Lampung pada umumnya. Memang tak bisa di pungkiri bila KH. Soleh Bajuri adalah kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tetapi saya yakin

beliau dapat memisahkan antara kepentingan politis dan kepentingan NU. Warga NU memang boleh berada di mana-mana, tetapi NU nya tidak boleh di bawa ke partai mana-saja.(MIRomas)

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.