Karyawan Pertamina Kawal Pembubaran BP Migas

Cilacap (MEDIASUKMA) Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Ugan Gandar menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Serikat pekerja juga bakal mengawal lanjutan pascabubarnya BP Migas.

“Kami berharap pengganti tugas BP Migas diserahkan kepada lembaga semacam Badan Koordinator Kontraktor Asing (BKKA). Lembaga ini bisa di bawah Pertamina. Tidak perlu khawatir, Pertamina tidak akan memonopoli karena tetap ada swasta atau kontraktor asing. Namun, pengaturannya tidak akan memihak asing seperti yang dilakukan BP Migas,” tegas Ugan di sela-sela pertemuan serikat pekerja Pertamina di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (13/11).

Pembubaran BP Migas tersebut, lanjut Ugan memang harus disambut baik, tetapi langkah ke depan harus tetap dikawal agar jangan sampai ada kesalahan kedua.

“Kami tidak mau BP Migas bubar, nantinya akan ada lembaga yang kedudukannya sama dengan BP Migas. Itu tidak akan ada artinya dan mengulang kesalahan kembali. Prinsipnya adalah, jangan sampai lembaga yang nantinya dibentuk tetap proliberalisme. Inilah yang akan kami kawal,” tandasnya.

Menurut dia, sektor migas di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, karena yang dimiliki Pertamina hanya 15%, sedangkan 85% dikuasai oleh asing.

“Dengan kondisi semacam ini, kami mendorong agar pemerintah dan Pertamina segera memiliki kilang minyak, sehingga secara pelan ketergantungan akan berkurang,” katanya. (MI/Wrt3)

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.