DKI dan Jabar berebut peringkat pertama

Pekanbaru (MEDIASUKMA):  Kontingen DKI dan Jawa Barat saling bergantian menduduki posisi pertama dalam perolehan medali pada hari kesembilan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau, Senin 17/9.

Sementara itu tuan rumah Riau mencatat tambahan emas yang cukup signifikan, namun tetap belum beranjak dari peringkat kelima.

Hari kesembilan PON 2012 juga ditandai dua pemecahan rekor nasional di cabang atletik dan angkat berat.

Jabar yang hari Minggu (16/9), untuk pertama kalinya tergeser ke urutan dua, hari Senin mencoba mendekati posisi DKI.

Kini Jabar hanya selisih satu emas di bawah DKI yang memimpin dengan 75 emas, 83 perak dan 88 perunggu.

Kehadiran Wagub Jabar Dede Yusuf yang datang langsung ke Riau, cukup memberi semangat bagi para atletnya untuk merebut kembali posisi teratas.

Tambahan medali emas bagi Jabar diperoleh dari berbagai cabang yang mempertandingkan nomor-nomor final.

Di antaranya pada cabang angkat berat dimana dua emas didapat Jabar, yakni melalui M Yusup yang turun di kelas 93 kg dan Asep Setiawan (105 kg).

Pada cabang-cabang ski air, dayung, dan judo, Jabar masing-masing mendapat satu emas.

Cabang judo dikuasai oleh DKI yang meraup tiga medali emas pada hari kedua pertandingan olahraga beladiri tersebut masing-masing melalui Jossi Siswanto di kelas -81 kilogram putra, Clifia (kelas 70 kilogram putri), dan Anissa di kelas 63 kilogram putri,

DKI juga menambah pundi-pundi medalinya dengan empat medali emas dari cabang layar setelah unggul di empat kelas dari 16 kelas yang dipertandingkan.

Empat atlet layar DKI Jakarta menjadi yang terbaik di empat kelas yaitu di kelas Girls Techno, Open Hobie 16, Open Fireball dan Open 470 di hari terakhir pertandingan cabang layar PON XVIII yang digelar di Pantai Selat Baru, Bengkalis, Riau, Senin.

Persaingan perburuan medali antara Jabar dan DKI akan berlangsung hari Selasa dan Rabu, karena pada sejumlah cabang kedua daerah tersebut sama-sama menempatkan atletnya di partai semifinal dan final.

Misalnya pada cabang bridge beregu, DKI dan Jabar akan bertemu di final beregu putra, sedangkan di cabang bolabasket putra, kedua daerah tersebut juga lolos ke semifinal.

Sementara itu tuan rumah Riau pada pertandingan hari Senin menambah enam medali emas.

Namun perolehan itu belum dapat untuk menggeser posisi tuan rumah dari urutan lima, karena Jateng juga menambah medali emas pada sejumlah cabang.

Riau sukses di cabang squash beregu setelah di final mengalahkan Banten 3-0.

Medali emas squash tersebut merupakan sejarah karena pertama kali diukirkan tim Riau di PON.

Pada cabang menembak Riau juga tampil gemilang dengan menambah lagi tiga medali emas, masing-masing melalui nomor 50 meter Rifle Prone Women, 25 meter Center Fire Pistol Men, dan 25 meter Center Fire Pistol Men Team.

Total dari cabang menembak ini Riau berhasil mengumpulkan total tujuh medali emas, lima perak, dan dua perunggu.

Hal tersebut merupakan kemajuan dibanding PON sebelumnya ketika mereka hanya mendapat tiga emas.

Sementara itu pemecahan rekor nasional dicatat oleh Hendro di jalan cepat 20km putra dan lifter angkat berat asal Sumatera Barat Mela Eka Rahayu meraih medali emas kelas 72 kilogram.

Prestasi mereka setidaknya memberi catatan positif dalam bidang peningkatan prestasi di PON 2012 yang dapat dibilang masih minim pemecahan rekornas.

Pada final di kompleks Stadion Utama Riau, Senin, Hendro berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu satu jam 29 menit 35 detik (1:29:35).

Rekor nasional atas namanya sendiri adalah satu jam 30 menit 10 detik (1:30:10) yang dicapai pada kejuaraan nasional atletik Jatim Open, 24 Maret 2012./anc

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.