Diduga Jual Senjata kepada Perampok

Jakarta (Bali Post) -Karyawan pabrik senjata, PT. Pindad, diduga menjual senjata kepada perampok. Susuai penyidikan Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, menyebutkan, perampok memperoleh senjata dari seorang pegawai PT. Pindad berinisial AT.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto, setelah diselidiki terungkap jika senjata yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya merampok di wilayah Jakarta dan sekitarnya diperoleh dari seorang karyawan pabrik senjata. AT yang disebut-sebut sebagai penjual senjata itu adalah salah satu karyawan produksi II, bagian pengepakkan.

Selain para tersangka yang telah ditangkap, petugas juga masih memburu satu orang lainnya yang berinisial M alias G. Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 2 pucuk senjata api jenis FN, 2 pucuk senjata magazen, 5 buah kendaraan roda dua, dan beberapa unit mobil mewah.

Selain itu, petugas juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah dari aksi kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku.

Sebelumnya, polisi menembak mati pemasok senjata api rakitan untuk perampok, Doni Rahman alias Doni Buntung dan Teten, dalam sebuah operasi penggerebekan di tempat perakitan senjata, di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (7/6).

Teten berperan sebagai pengrajin dan Doni Buntung sebagai penjual senjata api rakitan pada perampok. Tersangka, hingga saat ini diketahui telah menjual 21 pucuk senjata api ilegal.

Dalam operasinya, petugas menyita barang bukti berupa satu unit mobil, satu set mesin bubut, lima pucuk senjata api jenis FN dan magazen, empat pucuk senjata api belum jadi, 156 butir peluru tajam, dua unit komputer, dan berbagai alat produksi senjata api.

Pada peluru tajam ilegal yang disita dari tangan Teten, terdapat tulisan PT Pindad. Petunjuk tersebut digunakan oleh polisi untuk menelusuri lebih lanjut dugaan keterlibatan oknum pegawai PT Pindad. (balitv)

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.