Terkait Manipulasi Jam Mengajar Guru

LSM Minta Plt Walikota Menonjobkan Horas Pohan, SPd Sebagai Kepsek SMPN 28 Medan 

Medan- Mediasukma–  Tindakan kepala SMP Negeri 28  Medan, Horas Pohan SPd yang dituding telah menyalahgunakan jabatannya dengan mengalihkan jam kerja guru ke guru lain yang tidak mengajar di SMPN 28 Medan.

Pengalihan jam pelajaran ini sebagai persyaratan untuk memenuhi jumlah mengajar 24 jam sebagai salah satu syarat mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Menurut pengakuan guru di SMP Negeri 28 Roida Melvina Malau SPd guru bidang study PPKN  yang merupakan korban ‘penjualan’ jam pelajaran oknum kepala SMPN 28 Medan,  kepala sekolah mengurangi jam mengajarnya sebanyak 6 jam tanpa pemberitahuan namun sebelumnya saya telah mendapat kabar dari teman-teman dan untuk memastikannya Saya buka lektop di rumah kemudian Saya update situs P2TK Diknas untuk melihat Data Dapodik spontan saya kaget jam belajar telah berkurang 6 jam ketika saya update bulan april jam belajar 26 jam namun saat di update bulan Mei jam belajar Saya telah berkurang menjadi 20 jam paparnya sembari memperlihatkan roster jam belajar dan data yang di Update dari situs P2TK Diknas.

“Selama ini lanjut Roida, saya mengajar 26 jam perminggu tapi, tanpa sepengetahuan saya kepsek memberikan kepada guru Rumintan Simbolon yang mengajar di SMPN 10 Medan” jelasnya seraya menambahkan guru Rumintan Simbolon tersebut selama ini tidak pernah mengajar di SMPN 28 Medan. Salah satu syarat pencairan tunjangan profesi Guru tahun 2013 harus berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), termasuk pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunjang khusus bantuan rehab, blok grand. Dana Alokasi Khusus (DAK), dan bantuan lain juga berpedoman pada Dapodik. Salah satu syarat utama adalah setiap guru harus mempunyai jam mengajar selama 24 jam perminggu.

Ditempat terpisah saat wartawan awak media ini menyambangi ke rumah Guru SMPN 10 Medan Rumintan Simbolon beberapa waktu lalu mengamini,”memang saya pergi kesekolah menjumpai Kepala Sekolah SMPN 28 (Horas Pohan SPd…red) dengan maksud agar Bapak Horas Pohan membantu saya untuk mencukupi data Jam belajar saya yaitu bidang studi PPKN tampa masuk kelas . Hal ini saya lakukan karena Jam mengajar saya tidak mencukupi 24 Jam sebab sarat untuk memperoleh Dana Sertifikasi harus 24 jam ,”jelasnya Saat hal ini di konfirmasi oleh wartawan awak media ini kepala Sekolah SMPN 28 Medan yang berada di Jalan Karya Bersama Horas Pohan SPd mengamini.

“Memang Saya memberikan jam mata pelajaran PPKN 6 jam ke ibu Simbolon di SMPN 10 Medan walau tampa mengajar di sekolah ini (SMPN.28 Medan…red) hal ini saya perbuat karena adanya keputusan MKKS (Musyawarah Kepala Kepala Sekolah Serayon) ungkapnya. Dan jika ibu RM tidak dapat dana tunjangan sertifikasi saya siap membayarkannya sebab masih ada rezeki saya katanya dengan nada angkuh. Akibat perbuatan Horas Pohan,Roida Melvina Malau untuk tahun ini gagal mendapatkan Dana Tunjangan Sertifikasi sehingga merugikan Roida puluhan juta rupiah. Saat dipinta janji Horas Pohan tentang pertanggung jawabannya atas gagalnya Roida Melvina Malau Spd guru SMP Negeri 28 Medan memperoleh Dana Tunjangan Sertifikasi se tahun ini Horas Pohan malah membuang badan seperti tidak mau tahu. Hal ini terbukti saat Koordinator Wilayah Investigation Corruption Watch (Korwil ICW) Jamal Leonardus Malau menyurati Horas Pohan untuk hadir melakukan pertemuan tanya jawab Jumat 13/10 di kantor Sekolah SMP Negeri 28 Medan,  Horas Pohan malah melarikan diri  (buang badan..red) sebelum waktu pertemuan yang sudah di tentukan. Menanggapi hal ini Jamal Leonardus Malau Koordinator Wilayah ICW  mengatakan Kita akan terus melanjutkan Kasus ini Ke Kejaksaan Tinggi Sumut dengan cara menyuratinya.  Jamal juga memaparkan kepada Wartawan berdasarkan data yang diupload ke pendataan pendidikan dasar tertanggal 30 April 2013 lalu atas nama Roida Melvina Malau SPd,terlihat total jam mengajar Roida 26 jam.Namun setelah di cek kembali pada tanggal 16 Mei 2013 di database Data Pokok Pendidikan (Dapodik) total jam pelajaran berkurang menjadi 20 jam.

Setelah di telusuri bersama Suaminya Roida Melvina Malau ke gedung Direktorat P2TK Dikdas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia lantai 4 bagian data dan bagian kuncian jam yang terletak di lantai 14, SK untuk mendapatkan Dana sertifikasi Roida Melvina Malau SPd telah di SK kan pada bulan April sebab jam mengajar 26 jam telah tercapai namun akibat ulah dari Kepala Sekolahnya (Horas Pohan ) yang memberikan jam mengajar secara diam-diam ke guru SMPN 10 Medan Rumintan Simbolon sehingga Roida terjadi kekurangan jam mengajar dari 26 jam mengajar menjadi 20 jam mengajar akibatnya Roida di rugikan satu tahun ini tidak mendapatkan Dana Tunjangan Sertifikasi karena syarat untuk mendapatkan dana tunjangan sertifikasi harus memperoleh minimum 24 jam mengajar .

Di tempat terpisah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kontras Emil Pandiangan meminta pihak kepolisian untuk menyidik Horas Pohan selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 28 Medan terkait manipulasi data sebab hal ini telah jelas melanggar hukum Pidana sebab menyalah gunakan jabatannya yang mengakibatkan Roida Melvina Malau rugi secara material dan in material . Emil juga meminta kepada Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin agar menonjobkan Horas Pohan dari jabatannya  sebagai kepala sekolah SMP Negeri 28 Medan, karena Dia sudah mencoreng citra para pahlawan tanpa jasa (Guru). seperti ucapan Plt Walikota Drs H.Dzulmi Eldin saat mengikuti diklat PGRI “Kepala sekolah sebagai orang yang membina sekolah baik dari segi kompetensi guru, menyiapkan pendidikan prima kepala peserta didik hingga menciptakan iklim yang kondusif dalam proses belajar mengajar” Jika ini larut dibiarkan, maka akan ada kesempatan kedua dikarenakan kesempatan pertama di biarkan.Akhir Emil. /***

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.