Ekspose Kejati: Lampu Jalan Naik Dik

BENGKULU – Setelah melalui proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata), akhirnya tim Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memastikan 2 dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang sedang dalam penyelidikan, dipastikan naik ke tingkat penyidikan (dik). Dua kasus tersebut yakni pengadaan jaringan lampu jalan tahun 2007 senilai Rp 25 miliar dan pengadaan pakaian dinas (pakdin) atau seragam kuning di Sekretariat Pemkab Seluma tahun 2007 senilai Rp 2,6 miliar.

‘’Kami melakukan pengusutan beberapa kasus dugaan korupsi yang sedang dalam tahap penyelidikan atau lid. Untuk saat ini, dari sekitar 7 kasus di tingkat lid, dua diantaranya sudah dinaikkan ke tingkat dik. Masing-masing jaringan lampu jalan dengan Sprint Dik Nomor 399/N.7/FD/06/2012 dan proyek seragam kuning atau pakaian dinas dengan Nomor 391/N.7/FD/06/2012,’’ ungkap Kajati Bengkulu, Pudji Basuki Setiono, SH, MH melalui Kasi Pidsus, DR. Drs. Agus Istiqlal, SH, MH didampingi Kasi Penuntutan, Yeni Puspita, SH, MH, usai menggelar ekposes internal di kantor Kejati, kemarin (28/6).

Dijelaskan Agus Istiqlal, dengan ditingkatnya kasus penyelidikan kedua kasus ini, pihaknya memastikan indikasi korupsi berdasarkan temuan penyidik sudah cukup kuat. Dua kasus ini berbeda namun terindikasi dengan masalah sama. Meski tak secara gamblang menyebutkan, Agus Istiqlal memberi gambaran kedua kasus tersebut terindikasi fiktif.

‘’Dugaan korupsinya nyaris sama. Contohnya saja, yang satunya dianggarkan hingga 1000, tapi aplikasinya hanya 500. Tapi dalam laporan tetap 100. Kemudian, untuk seragam kuning, anggotanya hanya 10 orang, tapi anggarannya untuk 20 orang. Siapa yang menggunakannya? Toh orangnya tidak ada,’’ jelas Agus Istiqlal menggambarkan dugaan korupsi di dua proyek pengadaan tersebut.

Agus mengatakan, setelah dinyatakan dik, secepatnya mereka akan melakukan pemanggilan sejumlah saksi. Setidaknya untuk pecan depan, sudah ada 6 saksi yang dijadwalkan bakal menjalani pemeriksaan. Formasi jaksanya, pihaknya sudah membentuk tim penyidik. Tak ketinggalan, Aspidsus sendiri turun sebagai salah satu anggota tim menangani penyidikan pengadaan jaringan penerangan lampu.

‘’Sudah saya tandatangani surat pemanggilan untuk 6 orang saksi. Secepatnya akan kita rampungkan penyidikan ini. Tinggal lagi maunya tersangka nanti tarawih di Lapas atau tidak,’’ canda Agus Istiqlal memberi sinyal sudah ada penetapan tersangka sebelum Bulan Ramadhan mendatang.

Sebagaimana diketahui, pengadaan jaringan penerangan lampu di tahun 2007 lalu termasuk salah satu proyek multiyears. Bagian dari 6 kasus multiyears yang sedang diusut Kejati. Kejati Bengkulu serius mencari mendalami adanya dugaan korupsi proyek multiyear yang menelan dana lebih dari Rp 600 miliar. Terbukti, setelah melakukan pemeriksaan fisik terhadap 6 paket proyek multiyears. Rinciannya, pembangunan jogging track (lid), pembangunan RSJKO (lid), pembangunan di RSUD M Yunus (lid), pembangunan Sport Centre (lid), rehabilitasi benteng Malrborough (lid) dan terakhir pengadaan jaringan penerangan lampu yang sudah naik ke tingkat dik.

Sebelumnya, tim Pidsus sudah lebih dulu melakukan cek fisik lokasi lampu penerangan jalan di titik jalan menuju Jembatan Muara II. Ketika itu tim tidak menemukan satu tiang lampu jalan pun. Padahal, dalam kontrak disebutkan ada lampu jalan ke arah jembatan ini. Tapi kenyataan tidak ada satupun.(cuy)

Fasilitas Komentar Tidak Tersedia.